Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) merupakan kompleks danau-danau, terdiri dari 20 buah danau besar dan kecil. Kawasan ini mempunyai luas sekitar 132.000 hektar, terdiri atas 89.000 hektar hutan rawa tergenang dan 43.000 hektar  daratan. Selain itu memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang luar biasa dan tak dimiliki daerah lain.

sentarum

Danau Sentarum sebagai danau musiman yang berada di taman nasional ini terletak pada sebelah cekungan sungai Kapuas, yaitu sekitar 700 km dari muara yang menuju laut Cina Selatan. Dibatasi oleh bukit-bukit dan dataran tinggi yang mengelilinginya, Danau Sentarum merupakan daerah tangkapan air dan sekaligus sebagai pengatur tata air bagi Daerah Aliran Sungai Kapuas.

Dikala musim penghujan, danau ini akan pasang dan menggenangi pepohonan disana. Dikala musim kemarau, air mengering dan membuat areal danau seolah menjadi padang Sabana. Danau ini merupakan habitat Ikan Arwana dan merupakan daerah lingkup perhuluan sungai Kapuas.

danau sentarum
Danau Eksotis habitat flora dan fauna

Taman nasional ini juga tercatat sebagai salah satu habitat ikan air tawar terlengkap di dunia. Selain hutan yang bagus dan menjadi habitat lebah, TNDS juga menjadi habitat berbagai jenis ikan air tawar. Dari segi ukuran, misalnya, ada jenis ikan terkecil, yang dikenal dengan nama ikan Linut (Sundasalanx cf. microps) berukuran 1 – 2 sentimeter, dengan tubuhnya yang transparan seperti kaca, hingga ikan berukuran panjang dua meter seperti ikan Tapah dari genus Wallago. Memancing di sana pasti akan sangat memuaskan.

Ada pun ikan yang bernilai ekonomis dan di konsumsi warga misalnya, ada ikan gabus, toman, baung, lais, belida, dan jelawat.
Khusus ikan hias, di TNDS terdapat ikan silok atau Arwana (scleropages formosus) dan Ulang-uli (Botia macracranthus) yang berhasil menembus pasaran internasional dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pada kawasan ini tercatat paling tidak 120 jenis ikan, serta terdapat beberapa jenis spesies yang hanya dimiliki oleh Danau Sentarum dalam artian tidak ditemukan di belahan dunia lain.

Facebook Comments